Sejarah Pie Kacang Bali, Harus Diketahui!

Pia kacang Bali mungkin masih terdengar agak asing di kebanyakan telinga. Selama ini yang populer sebagai oleh-oleh Bali adalah pia dan pie susu. Saking populernya, toko pia dan pie susu yang paling populer ini banyak orang sebagai yang terenak selalu ramai pengunjung. Karena banyak yang meyakini sebagai pia paling enak di Bali, antrian panjang mengular setiap hari nampak di depan toko Pie Susu Sisy. 

Sedangkan toko pie susu lainnya juga tidak kalah ramainya meskipun lokasi tokonya berada di tengah Kota Denpasar, jauh dari pusat-pusat konsentrasi wisatawan seperti Kuta dan Sanur, apalagi dari Bandara. Mereka yang ingin pulang dengan membawa banyak oleh-oleh biasanya memesan jauh-jauh hari sebelumnya, bahkan sebelum berangkat ke Bali.

Di kesempatan kali ini akan membahas mengenai sejarah pie kacang Bali. Bagi kamu yang penasaran dengan cerita sejarahnya, yuk simak ulasan dibawah ini sampai dengan selesai. 

Sejarah Pie Kacang Bali 

Meski namanya hampir mirip, ada perbedaan mencolok antara pia dan pie susu. Mungkin itu alasannya banyak wisatawan yang membeli keduanya. Namun persamaannya juga ada, rasa manisnya relatif kuat. 

Nah untuk mereka yang menginginkan rasa manis yang lebih “netral”, ada pilihan baru yang belum sepopuler pia maupun pie susu, yaitu pie kacang Bali. Sesuai dengan namanya, yang membedakan antara pie kacang dengan pie susu adalah bahannya. 

Kacang menjadi bahan utama adonan pie kacang Bali. Bukan kacang tanah, tapi kacang mete. Dominasi kacang di adonan ini membuat cita rasa kacang sangat dominan. Selain mempengaruhi rasa, kacang juga mempengaruhi teksturnya dan membuat kue ini terasa sangat renyah. Mungkin itu yang membuat pie kacang dibungkus menggunakan plastik satu per satu sebelum dimasukkan ke dalam kotak kemasannya.

Kalau pia diberi isian dan pie susu dibentuk seperti piring kecil dengan karamel susu di atasnya, pie kacang ini lebih mirip dengan biskuit tapi tidak ada isinya. Keistimewaan rasanya juga terletak pada adonan yang setelah dipanggang menjadi sangat renyah, meski hanya ada sepotong kacang yang diletakkan di atasnya. 

Entah sebagai hiasan, pemberi tambahan rasa atau sekedar menegaskan identitasnya sebagai kue dengan rasa kacang. Sedangkan yang membedakannya dari biskuit, selain rasa dan teksturnya, juga karena bentuknya yang tampak seperti kue buatan tangan, bentuknya sedikit tidak beraturan demikian juga tingkat kematangan yang mempengaruhi warnanya. Berbeda dengan biskuit buatan pabrik yang cenderung sama semua karena memang dicetak dan diproduksi dengan mesin secara otomatis.

Meski belum terlalu populer, pilihannya sudah cukup banyak. Ada sejumlah merk yang meramaikan pasar pia kacang Bali, diantaranya Jepun, Kinanti, Valentine, Manggala dan masih banyak lainnya lagi. Hanya saja tidak seperti pia dan pai susu yang biasanya dijual di gerai masing-masing merk, pia kacang Bali lebih banyak dijual di toko-toko oleh-oleh Bali. 

Bagi kamu yang ingin membeli Pie Susu Sisy yang rasanya lebih lezat dan gurih bisa langsung berkunjung ke offline store. Dan untuk kamu yang berada di luar Bali juga tetap bisa melakukan pembelian Pie Susu Sisy secara online melalui Shopee. Lakukan pemesanan sekarang juga agar kamu bisa merasakan kenikmatan dari Pie Susu Sisy!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nikmati kelezatan yang terjamin halal, hanya dari Pie Susu Sisy. Pilihan utama,cita rasa sempurna!

Pie Susu Sisy

© 2025 Pie Susu Sisy